Pengaruh Pembelajaran Adaptif dan Mendalam terhadap Akhlak Murid Kelas VII SMPN 2 Prembun Kebumen
ARTIKEL
Pengaruh Pembelajaran Adaptif dan Mendalam terhadap Akhlak Murid Kelas VII SMPN 2 Prembun Kebumen

DISUSUN OLEH:
NAMA : Gita Fatmawati
KELAS : VIII D
SEKOLAH : SMPN 2 PREMBUN KEBUMEN
TAHUN : 2026
PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
DINAS PENDIDIKAN, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 2 PREMBUN
Jalan Wadaslintang Km. 6, Prembun, Kebumen Tel. (0287) 629042, Kebumen 54394
Website https://smpnegeri2prembun.sch.id; e-mail smp2prbkebumen@yahoo.com
Pendahuluan
Masa transisi dari SD ke SMP membuat murid kelas VII SMPN 2 Prembun Kebumen menghadapi banyak penyesuaian. Selain materi pembelajaran yang lebih berat, tantangan terbesar adalah membentuk karakter dan akhlak di lingkungan baru. Untuk menjawab itu, SMPN 2 Prembun Kebumen mulai menerapkan Pembelajaran Adaptif dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di kelas VII sejak tahun ajaran 2025/2026. Pembelajaran adaptif menyesuaikan cara mengajar dengan gaya belajar tiap murid, sedangkan pembelajaran mendalam mengajak murid memahami makna ilmu dalam kehidupan. Tujuannya bukan hanya untuk meraih nilai bagus, tapi juga penanaman akhlak mulia. Dua pendekatan ini tidak hanya menyasar nilai akademik, tapi juga terbukti memengaruhi perilaku dan akhlak murid sehari-hari. Hal ini sesuai dengan Visi SMPN 2 Prembun Kebumen yakni “Terwujudnya murid sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berakhlak mulia, berperestasi, dan berwawasn lingkungan”. Untuk mewujudnya generasi emas tahun 2045 sangat perlu penanaman akhlak yang mulia, sehingga murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlakul karimah.
Pembahasan
1. Pembelajaran Adaptif: Murid Merasa Diperhatikan
Melalui pembelajaran adaptif, guru kelas VII SMPN 2 Prembun tidak menyamaratakan dalam pemberian tugas. Pemberian tugas disesuaikan dengan kebutuhan murid. Misalnya, murid yang suka gambar diajak membuat komik tentang adab berteman, yang suka bicara diminta bercerita singkat soal jujur. Hasilnya, murid merasa dihargai dan lebih tanggung jawab. Di kelas VII, perbedaan kemampuan siswa sangat terlihat. Ada yang sudah lancar membaca Al-Qur'an, ada yang masih terbata-bata. Ada yang cepat paham materi Matematika, ada yang perlu gambar atau ilustrasi dan praktik dalam penyampaian materi.
Melalui pembelajaran adaptif, guru di SMPN 2 Prembun Kebumen mulai memetakan gaya belajar murid. Contohnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam , murid yang meiliki gaya belajar visual diajak membuat poster adab ke orang tua, yang auditori diminta membuat video pendek tentang sikap jujur.
Dampaknya, murid jadi lebih percaya diri karena tidak dipaksa seragam. Perilaku negatif seperti menyontek dan membuat gaduh berkurang karena mereka merasa tugasnya “masuk akal” untuk dikerjakan. Sikap tanggung jawab dan menghargai perbedaan teman mulai tumbuh.
2. Pembelajaran Mendalam: Menghubungkan Ilmu dengan Akhlak
Pembelajaran mendalam di kelas VII SMPN 2 Prembun Kebumen menekankan pertanyaan “untuk apa aku belajar ini?”.
Contoh di mata pelajaran IPS saat materi norma, murid tidak hanya hafal jenis norma, tapi diajak observasi perilaku di kantin sekolah. Mereka diskusi, “Kalau buang sampah sembarangan, siapa yang rugi? Apa kata agama soal kebersihan?”
Di mata pelajaran IPA saat belajar ekosistem, guru mengaitkan dengan konsep khalifah fil ardh manusia sebagai penjaga bumi. Hasilnya, program Jumat Bersih jadi lebih hidup karena murid paham alasan di baliknya, bukan sekadar disuruh guru. Akhlak seperti peduli lingkungan, disiplin, dan amanah muncul dari pemahaman, bukan paksaan.
3. Perubahan Perilaku yang Terlihat di Kelas VII
Berdasarkan catatan wali kelas dan guru BK SMPN 2 Prembun selama satu semester, ada beberapa perubahan positif:
- Sopan santun meningkat: Murid lebih sering menyapa guru dan menyalami saat masuk kelas karena pendekatan guru yang personal. Budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun lebih sering terdengar di lorong sekolah karena guru memberi teladan dan pendekatan yang personal.
- Konflik antar teman menurun: Diskusi kelompok model adaptif melatih murid mendengar pendapat orang lain, sehingga sikap toleransi menguat.
- Kejujuran akademik membaik: Karena penilaian disesuaikan kemampuan, murid kelas VII lebih berani bilang “saya belum paham, Bu” daripada menyontek.
- Kepedulian sosial tumbuh: Kegiatan “Infak seminggu sekali” bertujuan agar murid memahami konsep sedekah dari pembelajaran mendalam di mata pelajaran PAI. Kegiatan Sabtu bersih juga berjalan lancar karena murid paham hubungannya dengan akhlak sebagai hamba Allah dan makhluk sosial serta cinta lingkungan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan.
4. Peran Teladan Guru Jadi Kunci
Pembelajaran adaptif dan mendalam hanya berhasil jika guru memberi contoh. Di SMPN 2 Prembun Kebumen , guru kelas VII dilatih untuk tidak hanya mengajar, tapi juga mendengar keluh kesah murid. Saat guru datang tepat waktu, berbahasa santun, dan adil ke semua murid, akhlak itu menular. Murid meniru apa yang dilihat, bukan apa yang didengar. Oleh sebab itu, keteladanan seorang guru sangat berpengaruh kepada akhlak murid.
Penutup
Penerapan pembelajaran adaptif dan mendalam di kelas VII SMPN 2 Prembun Kebumen menunjukkan bahwa cara mengajar sangat memengaruhi bagaimana murid bersikap. Saat murid merasa dipahami dan diajak berpikir tentang makna ilmu, akhlak baik seperti jujur, tanggung jawab, hormat, dan peduli akan tumbuh secara alami. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan di SMPN 2 Prembun Kebumen perlu diperkuat agar menjadi sebuah kebiasaan yang konsisten. Sebab tujuan sekolah bukan sekadar meluluskan murid cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang mulia akhlak dan berwawasan lingkungan, sehingga visi dan misi SMPN 2 Prembun Kebumen bisa terwujud dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2045.